Lelah

Hati ini perih…

Ketika datang seorang demi seorang…

yang membutuhkan sebuah pertolongan.

Tanpa sebuah kekuatan, kecuali satu kata “nekat”

Ibu…

Kalau aku boleh pinjam lagi.

Anakku mau sekolah..

Istriku sakit.

Adikku mau kerja tidak punya ongkos.

Pedih….

Tidak dapat berbuat banyak.

Bon yang kemarin tertulis.

Saldo tanggungan tgl…..”Rp……..”

                              tgl….”Rp…….”

                              ….

Apa yang ku pegang adalah amanah.

Bukan milikku.

Ingin aku membantu.

Ingin aku memberi dengan apa yang aku punya.

Namun…..

Bukan mendidik namanya…

Dia akan selalu bergantung pada kita.

Tiba-tiba.

Seseorang datang.

Merasa mempunyai kekuatan.

Menyodorkan faktur-faktur dengan nilai yang bermacam-macam

Bu…tolong keluarkan.

Aku tidak dapat berbuat banyak.

Orang yang susah tak mampu kubantu.

Orang yang mampu tak mau tahu.

Amanah itu aku langgar dengan alasan tak dapat kutolak.

Lelah….

Di mana hati nuranimu bapak….

Lelah….

Ungkapkan pendapat Anda