Pusing

Hari ini dan juga hari-hari yang lalu, ada sebuah perasaan dan kejadian yang selalu terulang dan terulang yang membuat aku pusing tujuh keliling.

Hari ini aku merasakan hal yang sama. aku sendiri tidak tahu, aku atau siapa yang salah dalam hal ini. Kata orang, dan aku percaya banget kalau ini betul. Anak pertamaku pinter. Kalau dari bukti yang ada orang mungkin tidak meragukan lagi hal ini. Dia selalu juara kelas dari kelas satu SD sampai  sekarang dia  kelas 5. Tapi ada hal-hal yang kadang aku tidak habis pikir. Keinginannya untuk maju tidak ada padahal kami sudah mensuport dia tidak tanggung-tanggung dari materi, kesehatan fisiknya sampai ke spiritual psikologinya. Kita selalu memperhatikan itu. Dari contoh sikap kami sehari-hari dan nasihat kami yang tidak habis-habis sampai dengan visualisasi kehidupan orang lain yang kami perlihatkan tidak pernah berhenti. Baik di kehidupan nyata, majalah maupun ceritera di media lain yang bisa dia dengar dan dia baca. Namun rasa empati, sensitifitas hati dengan niat untuk merubah diri lebih baik tidak tersentuh sama sekali. Hobbynya hanya bercanda, bercanda dan bercanda. Kecerdasan yang sudah dia miliki tidak dipergunakan untuk menempa diri menjadi orang yang mempunyai point di depan orang lain. Dia tipe anak yang mengalir saja tanpa berusaha untuk meraih lebih apa yang diberikan. Tidak ada niat untuk itu. Apa yang diperintahkan itu yang dikerjakan. Tidak ada inisiatif untuk memperbaiki segala sesuatu yang jelas-jelas di depan matanya salah atau tidak pada tempatnya. Bahkan dia tidak pernah tersentuh dengan kesulitan orang lain. Tidak pernah punya pikiran dia bisa kenapa aku tidak. Padahal fasilitas, InsyaAllah kami selalu usahakan bagaimanapun caranya yang penting dia mau maju, tidak pernah puas dengan apa yang dia raih dan bisa membaca dan mengerti lingkungan. Pusing jika aku memikirkan hal ini. Sekali lagi aku bingung, INI SALAH SIAPA?

Ungkapkan pendapat Anda