Arsip untuk Agustus, 2008

Lelah

Hati ini perih…

Ketika datang seorang demi seorang…

yang membutuhkan sebuah pertolongan.

Tanpa sebuah kekuatan, kecuali satu kata “nekat”

Ibu…

Kalau aku boleh pinjam lagi.

Anakku mau sekolah..

Istriku sakit.

Adikku mau kerja tidak punya ongkos.

Pedih….

Tidak dapat berbuat banyak.

Bon yang kemarin tertulis.

Saldo tanggungan tgl…..”Rp……..”

                              tgl….”Rp…….”

                              ….

Apa yang ku pegang adalah amanah.

Bukan milikku.

Ingin aku membantu.

Ingin aku memberi dengan apa yang aku punya.

Namun…..

Bukan mendidik namanya…

Dia akan selalu bergantung pada kita.

Tiba-tiba.

Seseorang datang.

Merasa mempunyai kekuatan.

Menyodorkan faktur-faktur dengan nilai yang bermacam-macam

Bu…tolong keluarkan.

Aku tidak dapat berbuat banyak.

Orang yang susah tak mampu kubantu.

Orang yang mampu tak mau tahu.

Amanah itu aku langgar dengan alasan tak dapat kutolak.

Lelah….

Di mana hati nuranimu bapak….

Lelah….

Komentar bertahan »

Rutinitas

Bangun pagi

Sholat subuh

masak

seterika

mengepel lantai

mandi

makan

berangkat kerja

pulang

sholat

makan

tidur siang

sholat

beres-beres

masak

sholat

makan

ngumpul sama anak-anak, suami

menemani anak-anak belajar

sholat

nyiapin perlengkapan kerja

tidur….

bangun….terus rutin

Komentar bertahan »

Pusing

Hari ini dan juga hari-hari yang lalu, ada sebuah perasaan dan kejadian yang selalu terulang dan terulang yang membuat aku pusing tujuh keliling.

Hari ini aku merasakan hal yang sama. aku sendiri tidak tahu, aku atau siapa yang salah dalam hal ini. Kata orang, dan aku percaya banget kalau ini betul. Anak pertamaku pinter. Kalau dari bukti yang ada orang mungkin tidak meragukan lagi hal ini. Dia selalu juara kelas dari kelas satu SD sampai  sekarang dia  kelas 5. Tapi ada hal-hal yang kadang aku tidak habis pikir. Keinginannya untuk maju tidak ada padahal kami sudah mensuport dia tidak tanggung-tanggung dari materi, kesehatan fisiknya sampai ke spiritual psikologinya. Kita selalu memperhatikan itu. Dari contoh sikap kami sehari-hari dan nasihat kami yang tidak habis-habis sampai dengan visualisasi kehidupan orang lain yang kami perlihatkan tidak pernah berhenti. Baik di kehidupan nyata, majalah maupun ceritera di media lain yang bisa dia dengar dan dia baca. Namun rasa empati, sensitifitas hati dengan niat untuk merubah diri lebih baik tidak tersentuh sama sekali. Hobbynya hanya bercanda, bercanda dan bercanda. Kecerdasan yang sudah dia miliki tidak dipergunakan untuk menempa diri menjadi orang yang mempunyai point di depan orang lain. Dia tipe anak yang mengalir saja tanpa berusaha untuk meraih lebih apa yang diberikan. Tidak ada niat untuk itu. Apa yang diperintahkan itu yang dikerjakan. Tidak ada inisiatif untuk memperbaiki segala sesuatu yang jelas-jelas di depan matanya salah atau tidak pada tempatnya. Bahkan dia tidak pernah tersentuh dengan kesulitan orang lain. Tidak pernah punya pikiran dia bisa kenapa aku tidak. Padahal fasilitas, InsyaAllah kami selalu usahakan bagaimanapun caranya yang penting dia mau maju, tidak pernah puas dengan apa yang dia raih dan bisa membaca dan mengerti lingkungan. Pusing jika aku memikirkan hal ini. Sekali lagi aku bingung, INI SALAH SIAPA?

Komentar bertahan »

Kekuatan dalam sebuah kelemahan

Banyak banget kelemahan yang aku punya.

Aku sangat tidak pandai berbicara di depan orang banyak.

Tetapi itu membuat aku selalu terlepas dari berbagai penilaian “negatif” tentang diriku.

Badanku gemuk, wajah pas-pasan

Membuat aku terhindar dari ancaman si iseng

Kemampuan otakku standar

Membuat orang berpikir dua kali untuk memberi aku tugas (NB Berat)

Cara bicaraku kata orang “Sarkasme”

Membuat waktuku utuh

Orang akan menahan diri untuk mengambil waktuku untuk berbicara yang tidak “urgent”

masih banyak lagi kelemahan yang aku miliki

yang selalu membantu aku dalam situasi tertentu.

Aku bangga dengan kelemahan yang aku punya.

Tanpa aku tutup-tutupi, dia akan menjadi sebuah kekuatan bagi aku.

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »